Harga Karet Turun Lagi

ARGA MAKMUR RU – Harga beli karet di tingkat petani bakal anjlok lagi. Untuk kali kedua di dalam 2 pekan terakhir, PT Batanghari Bengkulu Pratama (BBP), menurunkan harga belinya di tingkat pabrik. Terhitung mulai (12/5), pabrik karet yang yang bahan bakunya didominasi dari Bengkulu Utara (BU) itu, menurunkan harga pembeliannya hingga Rp 500/kg. Jika sebelumnya, harga di tingkat pabrik di rutunkan sampai Rp 750/kg.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Cabang Bengkulu, Rusbandi, ditanyai Radar Utara tidak menyangkal adanya penurunan karet oleh PT BBP, untuk kali kedua dalam 2 pekan terakhir itu. Rusbandi, masih menggunakan alasan yang sama, yakni disebabkan kondisi suplai hasil produksi karet di setiap pabrik, belum bisa dikirim ke negara importir karet. Seperti Amerika dan Jepang yang menjadi sasaran utama ekspor Indonesia. Eropa, saat ini sudah tidak menjadi prioritas penjualan karet. Kondisi itu, harga karet di perdagangan internasional pun, ikut turun.

“Ongkos produksi kita tinggi. Sementara, pasar internasional lesu. Ini yang membuat kita menurunkan harga beli. Setidak-tidaknya kita berupaya tidak menghentikan operasi,” ungkap Rusbandi, sore kemarin.

Sebelumnya, sempat disampaikan Rusbandi, kalau kondisi perdagangan internasional itu akan di posisi lesu yang imbasnya masih akan dirasakan hingga September 2020. Bisa jadi, lebih dari itu.

“Kondisi saat ini, sebenarnya sudah terjadi di gelanggang internasional. Cuma efeknya baru dirasakan saat ini. Dan ketika kondisi normal, tentu ada range waktu pemulihan yang tidak bisa instan juga,” paparnya memungkas.

Merujuk pada harga di Bursa Efek Singapura yang merupakan rujukan Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Bengkulu, dalam menetapkan harga beli Kadar Karet Kering (K3), beralasan di pasar internasional itu mengalami penurunan harga dari 1,14 dollar, menjadi 1,07 dollar (data dalam penurunan Rp 750/kg pekan lalu,red).

Maklum, Gapkindo tidak mengakui rilis harga yang ditetapkan Pusat Penelitian Karet yang menetapkan harga karet kering untuk zona Palembang, Jambi dan Pontianak itu. Untuk menetapkan harga K3, Gapkindo memiliki rumus harga beli di pasar internasional yang dirilis Bursa Efek Singapura dengan harga terkini (kemarin,red) 1,07 x harga dolar terhadap rupiah (asumsi 1 dolar = Rp 14.800) dan dikurangi biaya operasional Rp 3 ribu perkilogramnya, maka didapat harga K3 di pabrik kemarin seharga Rp 12.392/kg.

Dengan asumsi karet penduduk yang masuk ke pabrik memiliki kadar K3 50 hingga 60 persen, maka harga beli di tingkat pabrik bisa dibawah angka Rp 7 ribu, bahkan Rp 6 ribu. (bep)

__Terbit pada
11 Mei, 2020
__Kategori
News