Konsumsi Turun, Pendistribusian Energi Tetap Jalan

BENGKULU RU – Pandemi Covid-19 masih melanda negeri ini. Namun, semangat Pertamina masih tetap terus terjaga untuk menjalankan tugas dan amanahnya menyediakan energi untuk masyarakat walaupun saat ini konsumsi energi menunjukkan kecenderungan menurun. Tim Satuan Tugas Ramadhan-Idul Fitri-Covid-19 (Satgas Rafico) tahun 2020 yang telah bekerja sejak 8 April lalu hingga 8 Juni nanti, tetap mengedepankan standar protokol kesehatan dalam bertugas.

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel, memastikan
ketersediaan stok BBM dan LPG di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung dan Lampung dalam keadaan aman. Seluruh agen peyalur tetap disiagakan agar dapat terus melayani kebutuhan masyarakat. Selain itu, Pertamina Delivery Service (PDS) pun hadir guna memudahkan masyarakat untuk mendapatkan BBM dan LPG dengan tetap di rumah saja.

“Segala upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM dan LPG terus dilaksanakan. Produksi dari kilang Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju hingga pendistribusian produk BBM dan LPG ke 5 propinsi di wilayah Sumbagsel kami pastikan dalam keadaan aman. Pertamina juga berharap, masyarakat tetap mengikuti himbauan pemerintah untuk di rumah saja dan memanfaatkan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) melalui Pertamina Call Center 135 atau
whatsapp ke 08111350135,” ungkap Region Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf.

Ditengah kondisi pandemi Covid-19 ini, tak dapat kita hindari bahwa telah terjadi perubahan pola konsumsi di masyarakat. Tingkat konsumsi BBM dan LPG mengalami penurunan yang signifikan.

“Seperti halnya produk Gasoline (Perta series), rata-rata konsumsi dari bulan April hingga Mei 2020 jika dibanding rerata kondisi normal, produk-produk ini mengalami penurunan mencapai rata-rata di wilayah Sumbagsel yaitu 22,6 persen dengan penurunan tertinggi terjadi di Sumatera Selatan. Dan untuk produk-produk Gasoil (Dex series) penurunan konsumsi pada bulan yang sama mencapai 13,2 persen dengan penurunan konsumsi tertinggi terjadi di wilayah Bangka Belitung,”
kata Rifky.

Sedangkan anjuran untuk di rumah saja, turut mendukung perubahan pola konsumsi LPG di masyarakat. Meningkatnya konsumsi LPG PSO mencapai 4.1 persen terhadap konsumsi normal, LPG Non PSO rumah tangga naik 1,8 persen, namun konsumsi LPG Non PSO Non rumah tangga turun drastis hingga 40.6 persen. Khusus Bengkulu keadaannya tidak jauh berbeda, baik produk Gasoline dan Gasoil mengalami penurunan. Terhitung hingga 17 Mei, rata-rata konsumsi produk gasoline di Bulan April dan Mei dibandingkan kondisi normal di Jambi mengalami
penurunan hingga 22,4 persen, sedangkan gasoil turun 13,2 persen.

Untuk LPG terjadi sedikit peningkatan untuk penggunaan LPG PSO 3 Kg hanya sekitar 0,5 persen. Sedangkan untuk LPG NPSO rumah tangga, terjadi penurunan konsumsi sekitar 5,2 persen dan untuk LPG NPSO non rumah tangga seperti restoran dan hotel juga mengalami penurunan mencapai 49,3 persen. Memastikan kebutuhan tetap terpenuhi, Pertamina tetap menjaga kehandalan stoknya sebagai antisipasi jika terjadi lonjakan konsumsi. Di Fuel Terminal Pulau Baai Bengkulu per tanggal 21 Mei, angka ketahanan stok Premium di 13 hari, Biosolar B30 di 11 hari, Pertamax 5 hari, Dex 92 hari, dan LPG di 3 hari.

“Dengan melihat kondisi saat ini, Pertamina mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi semua himbauan pemerintah guna mempercepat pemutusan rantai penyebaran virus Covid-19. Dan mohon do’a dan dukungannya agar Pertamina dapat terus menjalankan amanahnya dalam mengantarkan energi untuk negeri,” tutup Rifky. (tux)

__Terbit pada
21 Mei, 2020
__Kategori
Kota Bengkulu