Relawan Posko Perbatasan Mundur

AIR NAPAL RU – Keributan yang terjadi akibat ketersinggungan soal keberadaan sarana kerja di Posko Covid 19 di Perbatasan Bengkulu Utara-Bengkulu Tengah, membuat 2 petugas relawan mengundurkan diri.

Dua petugas itu, merupakan pegawai di Kantor Camat Air Napal, di antaranya itu Iwan, S. Sos dan Adlin.

Kepada RU Iwan mengaku sangat tersinggung oleh salah satu pejabat di Kecamatan Air Napal yang menyampaikan dalam salah satu group WhatsApp, jika sarana kerja, di Posko banyak yang kosong bukan karena tidak ada, namun karena dibawa pulang oleh oknum petugas.

“Jadi ketika kami bertugas, ada beberapa sarana kerja yang memang tidak ada. Baik sabun, disinfektan, masker dan sarung tangan. Kami merasa tersinggung, karena ada penyampaian barang-barang seperti itu kesannya kami bawa pulang. Padahal kenyataannya kelengkapan itu memang tidak ada,” kesalnya.

Dikatakan Iwan kekesalannya hingga ia memutuskan bersama rekannya untuk keluar dari petugas relawan itu, karena penyampaian hal-hal seperti itu disampaikan dalam group yang isinya dari berbagai kalangan, baik itu TNI, Polri maupun Tenaga Kesehatan.

“Coba dipikir, untuk apa barang-barang seperti itu kami bawa pulang. Saya, cukup menyayangkan kejadian ini. Di situasi seperti ini masih saja ada pihak yang menuduh para petugas terkait pengadaan peralatan kerja di Posko,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Iwan menyampaikan akibat kondisi itu, para relawan di Posko saat ini menjadi khawatir menggunakan atau memanfaatkan barang-barang yang ada.

“Kemarin Bapak Kapolres datang membawa mie dan sejumlah makanan lainnya. Para petugas takut untuk memakannya karena khawatir bakal dituduh menghabiskan barang-barang bantuan,” tutupnya. (sfa)

__Terbit pada
19 Mei, 2020
__Kategori
News